Mental Health
Menurut World Health Organization (WHO) kesehatan mental adalah keadaan sejahterah di mana setiap individu bisa mewujudkan potensi mereka sendiri. Artinya, mereka dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat berfungsi secara produktif dan bermanfaat, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas mereka. Menurut Pieper dan Uden kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relastis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
Di saat seperti ini,
yaitu di masa COVID 19 banyak sekali kegiatan yang ditunda, dibatalkan, dan
lebih banya menghabiskan waktu di rumah (stay at home). Bagi sebagian orang hal
ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak
bisa dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif bagi kesehatan
mental diri sendiri. Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi
dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakukan terhadap wabah COVID 19
ini, rasa terasing selama menjalani karantina di rumah, rasa kesedihan dan
kesepian karena jauh dari keluarga, saudara, ataupun anak, kecemasan terhadap
kebutuhan hidup sehari-hari yang harus terpenuhi, ditambah lagi kebingungan
akibat banyaknya informasi yang simpang siur kebenarannya.
Beberapa kelompok yang
rentan mengalami stress selama pandemi virus ini adalah anak-anak, lansia, dan
para petugas medis. Tekanan yang berlangsung selama pandemi saat ini dapat
menyebabkan gangguan mental. ada beberapa gejala atau tanda dari gangguan
mental itu, bersumber dari Alodokter gejala dan tanda gangguan mental tergantung
pada jenis gangguan jiwa yang dialami.
Penderita bisa mengalami gangguan pada emosi, pola pikir, dan perilaku.
Beberapa contoh gejala gangguan mental adalah:
- Waham
atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata atau
tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
- Halusinasi, yaitu sensasi ketika seseorang melihat,
mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
- Suasana
hati yang berubah-ubah dalam periode-periode tertentu.
- Perasaan sedih yang berlangsung
hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
- Perasaan cemas dan takut yang
berlebihan dan terus menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Gangguan makan misalnya merasa
takut berat badan bertambah, cenderung memuntahkan makanan, atau makan
dalam jumlah banyak.
- Perubahan
pada pola tidur, seperti mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, serta
gangguan pernapasan dan kaki gelisah saat tidur.
- Kecanduan
nikotin dan alkohol, serta penyalahgunaan NAPZA.
- Marah
berlebihan sampai mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.
- Perilaku
yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa
sendiri, serta keluar rumah dalam kondisi telanjang.
Selain gejala yang terkait dengan psikologis,
penderita gangguan mental juga dapat mengalami gejala pada fisik, misalnya
sakit kepala, sakit punggung, dan sakit maag. Namun bukan berarti
gangguan mental itu tidak bisa kita cegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk
mengurangi risiko serangan gangguan mental, yaitu:
- Tetap
berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.
- Berbagilah
dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah.
- Lakukan
olahraga rutin, makan teratur, dan kelola stres dengan baik.
- Tidur
dan bangun tidur teratur pada waktu yang sama setiap harinya.
- Jangan
merokok dan menggunakan NAPZA.
- Batasi
konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein.
- Konsumsi
obat-obatan yang diresepkan dokter, sesuai dosis dan aturan pakai.
- Segera
ke dokter bila muncul gejala gangguan mental.
Selalu berpikir positif
dan memastikan akan kebenaran berita yang bersebaran juga menjadi hal penting
dalam menghadapi masa pandemi COVID 19. Lebih banyak melakukan atau
meningkatkan ibadah juga bisa menurunkan atau mencegah stress datang, bersabar dalam menghadapinya dengan tetap menjaga
kesehatan fisik dan mental, pasti pandemi ini akan ada akhirnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar